Hari pertama kemarin di kantor, pas mulai keep up sama rss reader, taunya nemu blog post Kapkap yang ini.

Wah..gue terharu. Serius. I mean…

Well…

Selain gambarnya, I really like her last line.

Yup, that’s me :)

Thank you ya Kapkap, for seeing me so wonderful kaya begini…

ceritanyakapkap:

Ini Alfa.

Gw rasa ga terlalu berlebihan kalo dibilang gw ‘agak’ terobsesi dengan dia.

Gw terobsesi pengen gambar dia. Dan dengan “menggambar”, gw pengen banget bisa ngegambar jiwanya seorang Alfa Aphrodita.

Ada yang bilang, obsesi itu datangnya dari hal yang kita ga punya, atau kita ga mengerti.

Alfa punya rambut yang panjang dan lurus, dan dia selalu berponi.

Itu satu hal yang gw ga pernah punya. Rambut panjang, lurus, hitam, dan poni.

Alfa punya kepribadian yang… Seperti makan gado-gado ekstra pedas dan minumnya es campur.

Ada sisi ‘ledakan’ dari Alfa, tapi lu tau kalo ada satu sisi yang tenang dan kalem dari Alfa.

Cara dia ngeliat hidup, itu antara menggabungkan lompat-lompat di atas jembatan yang udah ada tulisan “AWAS JEMBATAN BOBROK” tapi lu tetep lompat-lompat karena lu tau itu menyenangkan dengan jalan-jalan santai di alun-alun Kota Tua Jakarta. Kadang lu ga tau apa yang akan lu baca atau lu denger dari cerita-ceritanya Alfa ketika dia berjalan-jalan. Bahkan hanya sekedar berjalan ke restoran langganan lu di Jakarta.

Ada caranya dia sendiri menceritakan deritanya deadline, menghadapi klien, menerima last day dari para staf-nya dan bahagianya ketika produksi TVC yang dibuat setelah sekian lama akhirnya mendapatkan persetujuan dari klien dan siap tayang.

Itu yang gw ga mengerti.

Itu yang gw pengen coba tangkep dan gw coba gambar.

Tapi udah berkali-kali gw coba gambar (yes, Alfa. If you’re reading this, I’ve been trying to draw you gazillion times) dan selalu gagal.

Yang gw gambar adalah cewek berambut lurus hitam panjang dan berponi.

Dan gw selalu bilang, “ini bukan Alfa.”

Jiwanya dia nggak ada di setiap gambar yang gw buat.

Gw nyoba nangkep jiwa dia yang ceria dan rame.

Tapi hasilnya gw gagal nangkep jiwa dia yang kadang-kadang suka berfilosofi sendiri.

Gw nyoba nangkap jiwa dia yang suka berfilosofi dan kadang mengeluarkan sindiran halus.

Tapi gw ga berhasil nangkep jiwa dia yang ramah.

Rasanya seperti gw harus mengorbankan satu hal untuk mendapatkan hal yang lain.

Dan gw masih penasaran.

Karena gw yakin, banyak Alfa-Alfa di dunia ini yang jiwanya menarik banyak orang, tapi susah ditangkap. Dan itu yang pengen gw lihat, itu yang pengen gw ambil.

Tapi mungkin itu membutuhkan waktu lama, ya?

Karena seorang Alfa Aphrodita yang gw tau, berjiwa bebas.

Hari pertama kemarin di kantor, pas mulai keep up sama rss reader, taunya nemu blog post Kapkap yang ini.

Wah..gue terharu. Serius. I mean…

Well…

Selain gambarnya, I really like her last line.

Yup, that’s me :)

Thank you ya Kapkap, for seeing me so wonderful kaya begini…

ceritanyakapkap:

Ini Alfa.

Gw rasa ga terlalu berlebihan kalo dibilang gw ‘agak’ terobsesi dengan dia.

Gw terobsesi pengen gambar dia. Dan dengan “menggambar”, gw pengen banget bisa ngegambar jiwanya seorang Alfa Aphrodita.

Ada yang bilang, obsesi itu datangnya dari hal yang kita ga punya, atau kita ga mengerti.

Alfa punya rambut yang panjang dan lurus, dan dia selalu berponi.

Itu satu hal yang gw ga pernah punya. Rambut panjang, lurus, hitam, dan poni.

Alfa punya kepribadian yang… Seperti makan gado-gado ekstra pedas dan minumnya es campur.

Ada sisi ‘ledakan’ dari Alfa, tapi lu tau kalo ada satu sisi yang tenang dan kalem dari Alfa.

Cara dia ngeliat hidup, itu antara menggabungkan lompat-lompat di atas jembatan yang udah ada tulisan “AWAS JEMBATAN BOBROK” tapi lu tetep lompat-lompat karena lu tau itu menyenangkan dengan jalan-jalan santai di alun-alun Kota Tua Jakarta. Kadang lu ga tau apa yang akan lu baca atau lu denger dari cerita-ceritanya Alfa ketika dia berjalan-jalan. Bahkan hanya sekedar berjalan ke restoran langganan lu di Jakarta.

Ada caranya dia sendiri menceritakan deritanya deadline, menghadapi klien, menerima last day dari para staf-nya dan bahagianya ketika produksi TVC yang dibuat setelah sekian lama akhirnya mendapatkan persetujuan dari klien dan siap tayang.

Itu yang gw ga mengerti.

Itu yang gw pengen coba tangkep dan gw coba gambar.

Tapi udah berkali-kali gw coba gambar (yes, Alfa. If you’re reading this, I’ve been trying to draw you gazillion times) dan selalu gagal.

Yang gw gambar adalah cewek berambut lurus hitam panjang dan berponi.

Dan gw selalu bilang, “ini bukan Alfa.”

Jiwanya dia nggak ada di setiap gambar yang gw buat.

Gw nyoba nangkep jiwa dia yang ceria dan rame.

Tapi hasilnya gw gagal nangkep jiwa dia yang kadang-kadang suka berfilosofi sendiri.

Gw nyoba nangkap jiwa dia yang suka berfilosofi dan kadang mengeluarkan sindiran halus.

Tapi gw ga berhasil nangkep jiwa dia yang ramah.

Rasanya seperti gw harus mengorbankan satu hal untuk mendapatkan hal yang lain.

Dan gw masih penasaran.

Karena gw yakin, banyak Alfa-Alfa di dunia ini yang jiwanya menarik banyak orang, tapi susah ditangkap. Dan itu yang pengen gw lihat, itu yang pengen gw ambil.

Tapi mungkin itu membutuhkan waktu lama, ya?

Karena seorang Alfa Aphrodita yang gw tau, berjiwa bebas.

  1. pakaiapa posted this